Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Al-Israa'-17)

Senin, 10 Januari 2011

PERJALANAN HIDUP

Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.

Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.

Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.

Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.

Note :
Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

KISAH SEORANG IBU



Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “

Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…

Please scroll….

.

.

.

.

…Please scroll

.

.

.

….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”

Sabtu, 08 Januari 2011

EKONOMI ISLAM PANDANGAN ADAM SMITH


Adam Smith mulai menulis buku The Wealth of Nation ketika berada di Perancis dan menyelesaikannya pada 1776 di Kirkcaldy, yang akhirnya diterbitkan pada 1776. Pada masa ini, di Eropa telah beredar buku-buku terjemahan karya ekonomi muslim. Bahkan, di Perancis Selatan,banyak warga Perancis lulusan Pusat Kuliyah Islam menjadi guru besar dengan menerapkan pola pengajaran yang mereka dapatkan dari negara-negara Islam.


The Wealth of Nations terdiri dari lima jilid. Dalam jilid kelima bab pertama, Adam Smith membandingkan masyarakat dengan tingkat perekonomian yang berbeda, yakni bangsa dengan ekonomi terbelakang dan bangsa ekonomi maju. Masyarakat dengan ekonomi terbelakang ditandai dengan mata pencahariannya sebagai pemburu, sedang masyarakat ekonomi maju ditandai dengan mata pencahariannya sebagai penggembala dan pedagang. Contoh masyarakat ekonomi terbelakang adalah masyarakat Indian di Amerika Utara, sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju adalah bangsa Arab dan Tartar.
Arab manakah yang dirujuk Adam Smith? Adam Smith menjelaskan, bangsa Arab yang dimaksud adalah yang dipimpin oleh ?Mohammet and his immediate successors” atau lebih tepatnya Rasulullah Muhammad saw dan Khulafaur Rasyidin. Jelaslah, yang dijadikan contoh perekonomian maju oleh Adam Smith adalah perekonomian umat Islam, bahkan jauh sebelum ia lahir. Tepatnya pada 774 M, Raja Offa yang berkuasa di Inggris ketika itu mencetak koin emas yang merupakan direct cop dari dinar Islam berikut tulisan Arabnya. Semua tulisan di koin itu adalah tulisan Arab, kecuali pada satu sisinya tertulis ?OFFA REX?. Uniknya, koin emas Raja Offa itu juga mencantumkan kalimat laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah dan juga dua buah salib kecil di bagian bawah karena Raja Offa memang beragama Nasrani.
Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa dinar Islam saat itu merupakan mata uang terkuat di dunia. Selain itu, perekonomian umat Islam jauh lebih maju dibandingkan dengan perekonomian Eropa ketika itu, juga menunjukkan bahwa perdagangan internasional yang dilakukan para pedagang Islam menjangkau sampai jauh ke Eropa Utara.
Adam Smith mengemukakan bahwa pasar akan diatur oleh tangan-tangan yang tidak terlihat (invisible hands). Hal ini terkait dengan kritikan Adam Smith terhadap kaum Merkantilis akan perlunya intervensi negara untuk mengatur pasar. Berdasarkan penjelasan itu–Adam Smith banyak merujuk pada perekenomian Arab Islam?bukan tidak mungkin konsep Invisible Hands ini diilhami pleh hadis Rasulullah saw yang menjelaskan bahwa Allah-lah yang menentukan harga. Bukankah konsep invisible hands ini lebih tepat dikatakan sebagai God?s Hands?
Perbedaannya,Adam Smith menolak intervensi pasar ( market intervention) secara menyeluruh,sedangkan reaksi ekonomi syariah ditentukan oleh penyebab naiknya harga. Bila penyebabnya adalah perubahan supply dan demand, tindakan yang diambil adalah market intervention; namun bila penyebabnya bukan perubahan supply dan demand, tindakan yang tepat adalah price intervention dengan tujuan mengembalikan harga keseimbangan. Intervensi harga akan menimbulkan excess demand atau excess supply dan selanjutnya akan menimbulkan pasar gelap. Pasar gelap inilah yang menjadi potensi timbulnya kolusi dan korupsi.
Intervensi pasar yang dilakukan Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin adalah melalui sisi permintaan dan pasokan. Pada sisi pasokan,intervensi dilakukan dengan mengatur jumlah barang yang ditawarkan seperti yang dilakukan Umar ibnu Khattab r.a ketika mengimpor gandum dari Mesir untuk mengendalikan harga gandum di Madinah.
Itulah beberapa pandangan Adam Smith tentang perekonomian Arab Islam yang dikategorikan sebagai perekonomian negara maju. Hal ini menunjukkan bahwa konsep ekonomi Islam telah disadari oleh Adam Smith.
Sumber :Kitab ? Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer : Adiwarman Karim

L A B A

Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Perbedaan diantara keduanya adalah dalam hal pendefinisian biaya.

B I A Y A

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatandan penyusutan barang modal.

K O N T R A K

Kontrak atau perjanjian adalah dalah kesepakatan antara dua orang atau lebih mengenai hal tertentu yang disetujui oleh mereka. Ketentuan umum mengenai kontrak diatur dalam kitab undang-undang hukum perdata indonesia.

P R E M I

Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tetanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.
Contohnya, seorang pasangan membeli rumah seharga Rp. 100 juta. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. Risiko
Penanggung menggunakan ilmu aktuaria untuk menghitung risiko yang mereka perkirakan. Ilmu aktuaria menggunakan matematika, terutama statistika dan probabilitas, yang dapat digunakan untuk melindungi risiko untuk memperkirakan klaim di kemudian hari dengan ketepatan yang dapat diandalkan.
Contohnya, banyak orang membeli kebijakan asuransi kepemilikan rumah dan kemudian mereka membayar premi kepada perusahaan asuransi. Bila kehilangan yang dilindungi terjadi, penanggung harus membayar klaim. Bagi beberapa tertanggung, keuntungan asuransi yang mereka terima jauh lebih besar dari uang yang mereka telah bayarkan kepada penanggung. Lainnya mungkin tidak membuat klaim. Kalau dirata-ratakan dari seluruh kebijakan yang dijual, total klaim yang dibayar keluar lebih rendah dibanding total premi yang dibayar kepada tertanggung, dengan perbedaannya adalah biaya dan keuntungan.

Kamis, 06 Januari 2011

PARA USTADZ JARANG MEMBAHAS PERSOALAN EKONOMI (AGUSTIANTO)




Drs. Agustianto Mingka, MA
Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI)

Syarat apa saja yang harus dimiliki seseorang jika ingin menjadi pedagang yang baik?
Harus mengetahui paling tidak ada 65 macam bisnis yang terlarang. Jika tidak tahu, maka dia akan sering melakukan pencurangan-pencurangan.

Bisa disebutkan point penting diantara 65 macam bisnis yang terlarang itu?
Pertama, melakukan kecurangan timbangan. Kedua, pura-pura menawar supaya orang lain mau membeli. Ketiga, menjual yang tidak jelas objeknya atau juga harganya. Keempat, pedagang membuat harga yang tinggi diatas harga pasar. kelima, berjualan dengan perjudian.

Konsepsi Islam mengenai timbangan dalam perdagangan itu seperti apa?
Timbangan itu harus diterapkan secara benar atau adil. Jika melakukan penipuan berarti sudah merupakan kedzaliman. Pedagang itu harusnya memiliki etika Islami yang sangat kuat. Umar bin Khtattab ra mengatakan, seseorang itu tidak boleh berjualan di pasar, kecuali dia memahami fiqh muamalah. Yaitu bagaimana aturan syariat tentang tata cara perdagangan yang harus dilakukan oleh seorang pedagang.

Ihwal Fenomena pengurangan timbangan yang marak terjadi, solusi seperti apa yang seharusnya dilakukan?
Karena ini berkaitan dengan moral, maka harus ada siraman moral dalam bentuk pengajian ruhani dan pengajian keislaman yang materinya adalah etika bisnis dalam Islam. Selama ini para ustadz jarang membahas persoalan ekonomi. Maka paradigma ustadz pun harus dilakukan perubahan dengan mengajarkan persoalan-persoalan ekonomi.
Sebab, jika Ustadz dan para Ulama tidak mengajarkan persoalan ekonomi berarti mereka memutuskan Sunnah para Nabi. Mengapa diartikan memutuskan Sunnah para Nabi? karena seluruh Nabi dahulu mengajarkan etika ekonomi, yaitu tidak boleh riba dan tidak boleh mengurangi timbangan. itu bisa dilihat di dalam Al-Qur’an (Q.S. Huud :84-87). Dimana, majelis dakwah para Nabi terdahulu materinya tentang ekonomi. Jadi, karena materi dakwahnya bukan tentang ekonomi, maka pedagang banyak melakukan penyimpangan.
Berikutnya, harus disosialisasikan bahwa  seseorang tidak boleh berdagang kecuali dia telah memahami ajaran syariah di bidang ekonomi Islam. Sedangkan hukum mempelajari pokok-pokok ekonomi syariah dalam Islam itu fardhu a’in, artinya setiap orang akan berdosa kalau tidak mempelajari hukum-hukum Islam di bidang ekonomi, karena dia akan sangat mudah terjerumus kepada perilaku-perilaku yang menyimpang, seperti riba, maisir (judi) dan itu tadi, pengurangan timbangan.

Apakah bapak pernah menemukan contoh pusat belanja/transaksi yang sudah sesuai dengan aturan  Islam?
Cukup banyak, tapi kita juga harus melakukan penelitian daerah mana saja yang memang benar jujur dalam melakukan timbangan. Saya kira perlu juga dibuatkan kamp-kamp percontohan pasar ekonomi syariah yang melaksanakan timbangan sesuai dengan etika bisnis yang tidak melakukan kecurangan.




Diterbitkan oleh Tabloid Alhikmah edisi 32

AGUSTIANO MINGKA, BANK SYARIAH HANYA BAGIAN KECIL DARI EKONOMI ISLAM

Agustianto Mingka
Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Dosen Pascasarjana UI Jakarta


Apakah model bank syariah sekarang sudah mencerminkan definisi ekonomi Islam?
Bank syariah itu hanya bagian kecil dari ekonomi Islam. Bank-bank syariah yang ada sekarang ini sebagian besar implementasinya sudah menunjukan kepada prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Karena prakteknya didasarkan pada nilai-nilai Islam yang berdasarkan aturan hadits yaitu tidak menerapkan riba tetapi menggantikannya dengan instrumen jual beli sebagaimana yang diperintahkan al Qur’an dalam surat al Baqarah 275 “….lalu Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….”

Maka riba yang identik dengan bunga ditinggalkan diganti dengan jual beli salah satunya jual beli murabahah, bersama produk-produk lainnya seperti mudharabah, musyarakah, tijarah dan lain-lain. Definisinya sangat luas tidak hanya mencakup ekonomi Islam saja

Perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank konvensional?
Perbedaanya cukup banyak diantaranya, pertama, bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dalam tabungan masyarakat atau deposito. Jadi apa yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk tabungan itu tidak berdasarkan bunga tapi berdasarkan pada tingkat keuntungan riil perbankan itu sendiri.

Dengan demikian maka bentuk keuntungannya bisa fluktuasi dari bulan ke bulan atau bahkan minggu ke minggu. Syariah menerapkan bagi hasil sedangkan bank konvensional menerapkan sistem bunga. Bunga itu diterapkan dari awal sementara bagi hasil tidak ditetapkan sama sekali. Dalam bank konvesional nasabah tetap mendapatkan bunga tetapi bank syariah berfluktuasi akan mendapatkan keuntungan jika banknya mendapatkan keuntungan.

Kedua, di dalam perbankan syariah diterapkan underline asset, setiap penambahan uang harus dilandasi adanya underline transaction. Misalnya ada orang yang membutuhkan pembiayaan untuk usaha apa saja konsumtif, harus ada underline nya, sehinga perbankan mendapt keuntungan harus ada real transaksi, misal restoran pertanian dan lainnya harus ada jasa yang melandasi adanya tambahan dalam pembiayaan itu.

Maraknya bank keliling, menurut Anda?
Jika tidak dikelola secara syariah maka termasuk yang dilarang dalam syariah. Ini bisa menjadi halal bisa pembiayaan ini bisa mengetahui melalui jual beli dan kebutuhan masyarakat. dengan mudharabah, syirkah, ijarah (pemberian kepada orang dalam melaksanakan kebutuhan kita). Ada marjin dan underline asset. Pinjam uang dengan jaminan uang dan jaminan uang merupakan salah satu praktek riba.

Pandangan Anda tentang lembaga keuangan mikro syariah sebagai solusi?
Bisa menjadi ampuh agar kepala daerah mendirikan perusahaan syariah dengan lembaga syariah. Setiap kabupaten kota ada BPR syariah sehingga semua komponen dapat terlayani dengan adanya lembaga syariah ini. Uang bukan semakin habis namun semakin bertambah orang miskin mendapat pembiayaan. Lembaga strategis harus ditumbuh kembangkan. Dengan kerjasama kepala daerah, sosialisasi semua konteks, resiko, manajemen harus diketahui oleh kepala daerah agar bisa menjalankan dengan baik.

Maka perlu mengembangkan lembaga keuangan syariah misalnya BMT memberdayakan masyarakat bawah yang membutuhkan dana, BPR, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang ingin segera membantu masyarakat. solusinya membangun BMT setiap desa dan BPR syariah di kecamatan. Kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

RUNTUHNYA KONVENSIONAL BANGKITNYA KEUANGAN SYARIAH

Sistem keuangan syariah bisa menjadi solusi atas krisis keuangan global. Ada dua alasan yang mendasari itu. Pertama, sistem keuangan syariah hanya membolehkan penyaluran dana kredit atau pembiayaan bila memang ada aset yang dijadikan dasar transaksi (underlying). Kedua, sistem keuangan tanpa bunga ini juga tidak memperbolehkan adanya instrumen derivatif. Kalaupun diperbolehkan seperti di Malaysia dan Timur Tengah, instrumen derivatif hanya boleh digunakan untuk upaya lindung nilai (hedging) atas risiko nilai tukar dalam transaksi pembiayaan ekspor impor (trade finance), bukan untuk mencari untung. Di Indonesia, hingga kini instrumen derivatif masih dilarang.
           Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dunia diliputi kecemasan atas kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global. Berbagai bursa terus mengalami penurunan. Sebagian besar saham perusahaan global dan lokal yang tercatat di bursa terus membukukan penurunan tajam. Kondisi ini memaksa pemerintah dan bank sentral di berbagai negara berpikir keras agar tidak terseret masuk dalam jurang resesi.

            Untuk mengatasi krisis, Pemerintah AS siap menggelontorkan dana 700 miliar dolar AS untuk menyelamatkan berbagai lembaga keuangan di negara itu yang terkena dampak subprime mortgage. Selain itu, bank sentral negara ini, The Fed, juga memutuskan menurunkan suku bunga yang diikuti berbagai bank sental negara lain, seperti di Eropa dan Singapura.
           Pemerintah Inggris juga siap menggelontorkan dana hingga 50 miliar pound untuk menyelamatkan sektor perbankan negara itu setelah didera kerugian besar akibat subprime mortgage. Tidak jelasnya kapan rampungnya dan besarnya dampak krisis keuangan global diyakini mendorong penurunan tingkat kepercayaan pasar terhadap sistem keuangan dan perbankan konvensional. Dalam hal ini terjadi contagion effect, di mana terus menurunnya tingkat kepercayaan pasar menular ke berbagai wilayah seiring dengan meluasnya dampak krisis keuangan global.
           Kondisi ini berpotensi mendorong pasar mencari sistem keuangan alternatif yang bisa menjadi solusi agar mereka tidak lagi mengalami derita serupa. Salah satu yang dibidik adalah sistem keuangan syariah. Menurut Kepala Kantor Perwakilan Asian Finance Bank (AFB), Ali Zaenal Abidin Shahab, krisis keuangan global akibat subprime mortgage menjadi bukti kegagalan sistem keuangan konvensional. Namun, dampaknya dirasakan oleh banyak masyarakat dunia.
          Kegagalan itu mendorong berbagai pelaku pasar untuk melirik sistem keuangan syariah sebagai alternatif. Sistem keuangan syariah diyakini dapat mencegah krisis keuangan global terjadi. Di antara penyebab krisis keuangan global adalah salah dalam memberikan pembiayaan. Dalam konteks perbankan syariah, harus dipastikan transaksi itu pada aset yang jelas. Sistem keuangan tanpa bunga ini melarang transaksi pembiayaan yang hanya didasarkan pada sekuritisasi tanpa aset jelas.
         Dalam wilayah kredit perumahan di AS, menurut Shahab, nilai pembiayaan atau utang akibat sekuritisasi bisa mencapai empat kali lipat dari nilai aset. Ini membawa potensi risiko cukup besar bagi lembaga keuangan.Sementara, sistem keuangan syariah hanya membolehkan memberikan pembiayaan berdasarkan aset jelas dengan nilai pembiayaan wajar. Karena itu, bila debitur mengalami gagal bayar (default), bank tidak menderita risiko besar karena transaksi didasarkan pada aset yang ada dan bisa dijual sebagai pelunasan kewajiban.
         Pendapat serupa juga diungkapkan Dirut Karim Business Consulting, Adiwarman Azwar Karim. Bila kasus subprime mortgage terjadi pada industri keuangan dan perbankan syariah, menurutnya, potensi kerugian hanya senilai pembiayaan yang diberikan.Kerugian tidak terus membesar seperti dialami perbankan dan lembaga keuangan konvesional lain akibat menggunakan derivatif berlapis. Dengan demikian, penggunaan sistem keuangan syariah bisa membawa ekonomi dunia menjadi jauh lebih stabil.

Besar Kecil Amal Tergantung Niatnya


Dapatkan Komen Bergambar Islami Disini Berkata Ibnul Mubarak rahimahullah: "Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat dan berapa banyak amalan yang besar bisa bernilai kecil karena niatnya". (Jamiul Ulum wal Hikam, hal. 71)

SEAKAN-AKAN


Dapatkan Komen Bergambar Islami Disini Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, "Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian)." Lalu Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Bukhariy no.6416)